Senin, 03 Juni 2013

Benarkah Cinta Itu Buta?

Cinta seringkali orang menyebutkan perasaan yang dirasakan oleh seseorang kepada siapa saja yakni kepada orang tua, adik,kaka,teman, saudara dls. Tetapi permasalahan Cinta dalam tulisan ini akan menfokuskan pada cinta antara lawan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), terutama pada remaja yang memerlukan pasangan hidup.

1. Arti Cinta
Cinta dalam bahasa Inggris di sebut Love artinya mencitai atau menyukai. Kata cinta dalam bahasa saya (Lani Barat) Niniki Ko,ba Aret Wenagge. Artinya perasaan hatiku hanya ada padamu. Memang sulit menyebut dan mengartikan kata cinta dalam bahasa saya tetapi menurut pendapat pribadi sesuai analisa saya cukup dengan menyebut Niniki Koba Aret Wenage. Karena alasan saya cinta itu adalah perasaan seseorang terhadap seseorang yang kita rasakan sesuatu yang kita lihat pada diri seseorang dan kita menyukainya. Dan tentu semua orang memiliki arti cinta dengan bahasanya yang berbeda-beda sesuai dengan bahasanya masing-masing tetapi jika kita terjemahkan masing-masing bahasa dalam bahasa indonesia tentu kita akan temukan arti yang sama (berbeda-beda bahasa tetapi artinya sama).
Cinta dalam buku kamus Bahasa Indoesia adalah “perasaan sayang yang terpikat antara laki-laki dan perempuan”. Selanjutnya apa yang dimaksud dengan perasaan? Perasaan memiliki kata dasar yaitu Rasa. Rasa artinya tanggapan hati melalui indra. Yang dimaksud dengan tanggapan hati adalah respon atau jawaban hati terhadap apa yang diketahui melalui indra. Jadi perasaan adalah perbuatan merasakan sesuatu melalui pancaindera.[1] Indera yang dimaksud adalah indera penglihatan (mata).

2. Proses Timbulnya Perasaan Cinta
Jadi dari pengertian Cinta tersebut diatas, jika kita perhatikan secara logika, bahwa cinta itu timbul dari penglihatan (pandangan terhadap cewe/laki2), kemudian secara otomatis  akan masuk ke dalam hati dan dapat dirasakan oleh hati. Dan kemudian melalui berfikir (otak) akan mengolah perasaan itu apakah dapat diterima atau tidaknya perasaan itu. Jika menerima perasaan itu, maka pikiran (otak) akan memerintahkan mulut untuk menyampaikan perasaan itu kepada seseorang yang disukai. Jika pikiran (otak) menolak, maka perasaan itu tidak akan tersampaikan kepada seseorang yang di pandangnya karena melalui otak (pemikiran) dapat mengolah dan menyeleksi patut atau tidak patut untuk mengungkapkan perasaan, baik atau buruknya perasaan yang dirasakan itu.

3. Memanipulasi cinta
artinya seseorang akan melakukan berbagai cara yang tidak patut untuk mendapatkan seseorang (laki-laki atau perempuan) yang disukainya supaya seorang perempuan atau laki-laki tersebut dapat menyukainya.
Contohnya: seseorang memakai alat – alat atau bahan-bahan tertentu untuk menarik perhatian perempuan atau sebaliknya menarik perhatian laki-laki, ada juga yang pura-pura menjadi kaya, pada hal orang tersebut tidak kaya.
Dengan cara ini, walaupun perempuan atau laki-laki sebelumnya belum perna saling mencintai tetapi karena keadaan demikian terpaksa dia (laki-laki/perempuan) dapat menyukai perempuan atau laki-laki yang melakukan manipulasi cinta tersebut

4. Memaksakan Cinta
Artinya, seseorang belum perna saling mencintai, namun karena faktor – faktor tertentu seseorang terpaksa harus menerima cinta seseorang.   Contohnya:  seperti kawin paksa karena kehendak orang tua, bukan kehendak laki-laki atau perempuan dengan alasan-alasan tertentu. Biasanya

Kesimpulan
Jadi kesimpulannya adalah, Cinta Itu Tidak Buta! Cinta yang normal tentu akan melewati proses demi proses seperti yang telah di jelaskan diatas. Cinta memiliki Mata yang bisa melihat mana yang patut dan mana yang tidak patut melalui pemikiran (otak).  Kecuali cinta yang tidak normal. Cinta yang tidak normal tidak akan melewati proses seperti yang di jelaskan di atas dan cenderung menggunakan 2 cara, yaitu:

Saran
Jika anda ingin cinta anda berjalan dengan normal, biarkanlah ia berjalan dengan normal melalui proses. Tetapi hindari cinta yang tidak normal, karena cinta yang tidak normal akan membuat hidup anda tidak akan tenang dan bahagia. 

Terima Kasih dan Gbu All
( By: Dujan Kogoya Catatan )


[1] KBBI edisi ke tiga Dep Pendiknas Balai Pustaka Jkt 2003

Senin, 08 April 2013

JADI PEMENANG MASA DEPAN

Bahaya minuman beralkohol dan perokok

 MATERI TENGAH  MIRAS DAN PEROKOK
enak heeee..tadi siang ,.,,, hari tanggal 6 april 2013 di Kontrakan deiyai di tomohon jam 09 -12 :00 kami sudah ,,, dapat materi dari bung Paultje Tebay S.ked MODERATOR ADALAH.......JHON IYAI memberikan materi tentang beralkol ,,, yang biasa kami..lakukan ,,,, mari kami ikut bersama..saya sebagai...sekertaris korwil sesulut menyapaikan kepada bung paulus tebai S.Ked trima kasih Tuhan akan memberkati dalam...STUDY , PELAYANAN DAN PERGAULAN ANDA...
Hingga sekitar 20 tahun yang lalu, hampir semua ahli riset percaya bahwa alkohol dalam jumlah yang “sedang” tidak akan merusak tubuh sama sekali.  Tetapi sekarang, para ahli fisiologi tubuh telah diyakinkan bahwa alkohol yang diminum dalam “jumlah sedang” oleh social-drinkers pun akan mengakibatkan kerusakan permanen pada kedua organ utama tubuh yaitu otak dan jantung.

Alkohol
(etanol) yang terdapat dalam setiap minuman keras akan langsung diserap oleh tubuh setelah diteguk.  Bahkan karena memang tidak perlu dicerna terlebih dahulu, maka alkohol itu telah mulai diserap sekalipun sewaktu masih berada di mulut.  Oleh karena sangat singkat alkohol ini segera beredar di seluruh tubuh, terutama di bagian tubuh yang memiliki sangat banyak pembuluh darah. Contohnya, otak.

Oleh sebab itulah, semua reaksi dalam tubuh dan perilaku yang dikendalikan oleh otak sangat dipengaruhi oleh alkohol.  Para ahli telah membuat rumusan antara jumlah alkohol yang diminum dengan ukuran bagian otak yang terserang.  Sebagai contoh, jika seseorang yang memiliki berat tubuh sebesar 70 kg dengan perut kosong meminum 720 cc bir (2 botol), atau 45 cc whiskey (1–2 seloki), maka alkohol dalam darahnya akan mencapai jumlah 50 mg/dl atau dengan konsentrasi 0,05%.  Pada tingkat ini bagian otak yang terpengaruh adalah lapisan luarnya (korteks) yang merupakan pusat pengendalian rasa cemas, sehingga ia akan kelihatan gembira dan tenang.

Dengan meminum sekitar 6 botol bir, atau sekitar 135 cc whiskey, ia akan memiliki keberanian sosial karena tidak lagi malu-malu, menunjukkan ketidakstabilan dalam berdiri maupun berjalan, dan lamban bereaksi, oleh karena pusat pengendalian otot yaitu otak bagian belakang telah dipengaruhi. Pada tingkat ini jumlah alkohol dalam tubuh adalah sekitar 150–300 mg/dl atau dengan konsentrasi sekitar 0,1% dan ia akan mabuk.

Setelah menenggak minuman keras dalam jumlah yang sama, konsentrasi alkohol pada darah wanita lebih tinggi daripada pada pria.  Hal ini disebabkan karena dengan berat yang sama, tubuh wanita mengandung lebih sedikit cairan karena mengandung lebih banyak lemak tubuh.

Jika si peminum minum terus sampai jumlah alkohol dalam darah mencapai di atas 400 mg/dl atau dengan konsentrasi 0,2% (di atas 0,5 liter whiskey) maka bagian yang lebih dalam dari otaknya akan terserang, sehingga ia akan mengantuk sekali.  Jika konsentrasinya melewati 0,5% maka pusat pengendali pernapasan pada bagian terdalam dari otaknya akan dilumpuhkan, sehingga akan sulit baginya untuk bernapas. Lalu suhu tubuh pun akan menurun drastis, dan kemudian si peminum ini akan lambat laun meninggal dengan tenang.

Tubuh memiliki kemampuan untuk membersihkan racun yang masuk ke dalamnya.  Termasuk di antaranya adalah alkohol.  Tubuh membersihkan alkohol dari darah dengan kecepatan yang tetap, yakni tidak bisa diperlambat maupun dipercepat.  Dibutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk membersihkan tubuh dari 30 cc whiskey atau 1 botol (360 ml) bir.
Melihat hal ini boleh jadi Anda akan bertanya” jadi, jikalau memang tubuh dapat membuang alkohol yang kita minum, kenapa kita perlu khawatir:” Walaupun toh akhirnya akan ditarik dari peredaran darah, sewaktu masih dalam darah, alkohol akan mengakibatkan beberapa hal yang merugikan.

Prof. Dr. Melvin H. Knisely, Prof. Dr. Herbert A. Moskow dan Prof. Dr. Raymond C. Penington dari Medical University of South Carolina (AS) adalah para pakar tentang darah, yang keahliannya diakui oleh dunia.  Penelitian mereka menunjukkan bahwa alkohol akan memperkental darah manusia, bahkan sampai membentuk gumpalan-gumpalan kecil.  Gumpalan kecil ini dapat menyumbat pembuluh-pembuluh darah kecil (kapiler) yang menjadi pusat perpindahan oksigen dari darah ke sel-sel dalam tubuh.  Dengan demikian, sel-sel ini akan mati karena kekurangan oksigen.  Ini terjadi setiap kali seseorang meminum minuman keras.

Semakin banyak alkohol yang masuk dalam darah, semakin meningkat jumlah gumpalan-gumpalan tersebut sehingga semakin banyak pembuluh kapiler yang tersumbat bahkan pecah sampai menimbulkan pendarahan kecil.  Hal ini terjadi di berbagai organ tubuh terutama otak.  Berbagai jaringan tubuh manusia mampu menggantikan sel-sel yang telah mati.  Tetapi, tidak demikian halnya dengan otak.  Sel otak yang telah mati tidak akan pernah digantikan oleh sel-sel yang baru.  Selama alkohol tetap berada dalam darah maka ini akan melemahkan ingatan.  Demikian dilaporkan oleh Dr. Ben Morgan Jones dari University of Oklahama (AS) atas hasil penelitiannya.

Alkohol dapat mengurangi kesanggupan jantung untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh, serta meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh sehingga membuka peluang untuk penyakit reumatik.  Zat ini juga dapat mengakibatkan lemah syahwat dan kemandulan pada pria dan wanita.  Peminum alkohol memiliki risiko 8 kali lipat untuk menderita sirosis (pengerasan lever) daripada yang bukan peminum.

Alkohol akan menutupi perasaan letih sehingga membuat yang meminumnya bekerja melewati batas kemampuannya.  Dengan demikian, ia telah meminjam tenaga yang seharusnya digunakan keesokan harinya. Ada yang berusaha menanggulangi penyakit susah tidur dengan meminum alkohol.  Pada awalnya, kelihatannya memang alkohol tersebut dapat menolong melelapkan tidur, tetapi selanjutnya, alkohol ini akan mengganggu tidur.  Ini berarti bahwa produktivitas untuk keesokan harinya akan benar-benar berkurang.

Dengan demikian, tanpa bermaksud untuk menghakimi, memang tidak ada jumlah alkohol yang aman untuk diteguk tanpa menimbulkan kerusakan dalam tubuh.  Ini berarti, para social-drinker pun yaitu peminum ringan dan sedang tidak luput dari hal-hal di atas.  Sebab, memang tidak ada jumlah alkohol yang aman untuk diteguk.  Meminum atau tidak meminum alkohol adalah pilihan pribadi masing-masing kita.
B . MATERI PEROKOK 
Untung mengatakan anggaran untuk penanganan TB tersebut dialokasikan untuk banyak kepentingan. Mulai dari pembelian obat inti untuk pasien TB, pendampingan penderita, hingga pelatihan serta penyuluhan oleh beberapa pihak terkait TB. "Jadi saya tegaskan obat inti untuk penderita TB itu gratis. Karena sudah dibeli negara," tandasnya.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Aditama mengatakan, ke depan tantangan penularan TB kian serius. Diantaranya terus bertambahnya kasus TB-MDR (multi drug resistant) atau TB yang kebal dengan sejumlah obat.


Di penghujung 2012 lalu Kemenkes mencatat angka suspect TB-MDR sejumlah 4.297 orang dan akhirnya yang dinyatakan positif berjumlah 1.005 orang. Namun masuk bulan ketiga 2013, catatan suspect TB-MDR naik menjadi 6.200-an orang. Kasus TB-MDR ini berpotensi muncul kepada pasien TB yang tidak disiplin menjalani terapi pengobatan.


Selain ancaman TB-MDR yang terus meningkat, Kemenkes juga menghadapi ancaman peningkatan kasus TB untuk perokok dan TB untuk pasien diabetes. Khusus untuk perokok, Tjandra mengatakan potensi terkena TB-nya lebih besar ketimbang masyarakat yang tidak merokok.


Tidak tanggung-tanggung, resiko perokok terkena TB lebih besar sembilan kali lipat dibanding masyarakat yang tidak merokok. "Paparan tembakau, baik aktif maupun pasif, meningkatkan resiko timbulnya penyakit TB," kata Tjandra.


Kemenkes benar-benar serius mengamati perkembangan TB dan perokok tersebut. Sebab Indonesia menempati urutan ke-3 negara pengkonsumsi rokok terbesar di dunia dengan angka 65 juta penduduk. Dengan jumlah tersebut, berarti ada 1 dari empat penduduk Indonesia yang perokok.


Tjandra mengatakan untuk urusan rokok atau tembakau ini akan terus dibatasi oleh pemerintah. Diantaranya dalam beberapa waktu lagi, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan menggelar pertemuan khusus di Bali untuk membahas soal iklan rokok. Dalam pertemuan tersebut akan diambil keputusan penting soal iklan rokok, khususnya di media masa.
(bag)

Minggu, 07 April 2013

Dr. Benny Giay: Belajar dan Belajar Untuk Wujudkan Papua Damai Sejahtera


(05/April/13) Dalam ibadah chapel di STT Walter Post Jayapura yang dikemas dalam diskusi bersama, Dr. Benny Giay  memberikan beberapa pandangan dan nasehat kepada seluruh civitas akademika. 
Diskusi diawali dengan membaca ayat kitab suci dari Kejadian 1:31. “ Tuhan melihat semua karya ciptaannya sungguh amat baik.”

Menurutnya, Allah telah menciptakan segala sesuatu dan semua itu dilihatnya baik. Semua ciptaan itu telah ditempatkan Tuhan, di tempatnya masing-masing. Dengan tujuan agar mereka tidak saling merebut dan menjerat. Tidak saling bermusuhan. Hidup dalam suasana damai dengan saling menghargai.
Tapi situasi itu kemudian berubah. Apa yang tadinya baik telah berantakan. Tanah-tanah dirampas. Situasi itu seperti digambarkan dalam Ratapan 5:1-5, “Ingatlah ya Tuhan, apa yang terjadi atas kami, pandanglah dan lihatlah akan kehinaan kami. Milik pusaka kami berahli kepada orang lain, rumah-rumah kami kepada orang asing. Kami menjadi anak yatim, tak punya bapa, dan ibu kami seperti janda....dst.” 

Sambungnya, Gereja dewasa ini ada di tengah dunia yang kacau balau itu. Di tengah dunia yang tidak aman. Dunia yang mana manusianya saling memburu, mencurigai dan membunuh. Di tengah dunia yang tidak lagi menghargai hak milik seseorang atau komunitas manusia.

Dunia kita di Papua pun kacau balau hari ini, tuturnya. Ada banyak anak-anak jalanan. Ada banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga. Dalam tahun awal tahun ini saja ada banyak kasus kekerasan dan penembakan yang terjadi. Misalnya, Pdt. Yunus Gobay yang di tangkap dan disiksa oleh polisi di Paniai sekitar tanggal 02/03 lalu. Agar bisa dibebaskan polisi minta uang Rp.1.000.000;

Lanjutnya, Peristiwa-peristiwa kekerasan itu membuat kita semua hidup dalam suasana was-was dan takut. Ada orang Papua yang mau hidup damai tapi ada perusahan-perusahan yang datang mengusik mereka, apalagi didukung oleh pemerintah.  Suasana seperti ini telah tercipta sejak lama di sini.

Kehidupan kita hari ini sama seperti kehidupan bangsa Israel di bawah pemerintahan Firaun di Mesir. Orang Israel saat itu dibuat tak berdaya karena semua kehidupan mereka sudah diatur dan dikendalihkan oleh Firaun. Barangkali hidup kita saat ini pun seperti itu. Hidup kita diatur dan dikendalihkan oleh orang lain. Ada jual beli senjata di Papua tapi tak ada tanda-tanda penanganan oleh aparat keamanan, padahal gereja sudah menyampaikan masalah itu dalam pertemuan dengan Kapolda dan Pangdam beberapa waktu lalu di kantor Sinode Kingmi. Kami juga telah menyampaikan itu dalam jumpa pers yang telah kami lakukan pada 6 Maret 2013 yang lalu. Kasus jual beli senjata itu misalnya, yang terjadi di Timika pada 24 Desember 2011 lalu.

Apa yang Pengamat Politik Indonesia Pikir tentang Tentang Papua?

Menurutnya, Joko seorang intelektual Indonesia pernah mengatakan bahwa pemerintah menciptakan pembangunan bias pendatang di tanah Papua. Orang Papua dianggap tidak penting atau tidak ada. Sehingga semua yang datang dari luar mencaplok habis semua sumber daya hidup orang Papua.

Ini sama dengan orang Israel yang masuk ke tanah Kanaan. Mereka merampas habis semua yang menjadi milik orang Palestina. Ia sama juga dengan sejarah awal Indonesia masuk ke Tanah Papua. Orang Indonesia pikir Papua itu termasuk wilayah kekuasaan kerajaan Majapahit dan Sriwijaya sehingga dengan sembarangan ambil semua harta kekayaan orang Papua.  Disini terjadi perbedaan pikiran. Indonesia merasa tanah papua adalah milik mereka, sementara orang Papua bilang tidak itu tanah milik kami.

Sambungnya, ada tokoh lainnya, yakni Daniel Dakidae. Dalam tahun 2000 ia mengatakan bahwa apa yang terjadi di Papua adalah perbudakan terselubung. Ini sama dengan apa yang terjadi atas kelompok Ahmadiyah salah satu kelompok Islam minoritas di Indonesia yang ditekan habis-habisan di Pulau Jawa sampai hari ini.
Ada juga Nugroho Wibawanto. Ia berpandangan bahwa kebijakan pembangunan yang dilakukan pemerintah Indonesia di Papua adalah kebijakan yang melumpuhkan[1]. Kebijakan itu sangat menekan orang Papua sehingga tidak bisa berkembang. Ini sama dengan kebijakan Firaun di Mesir. Ketika Firaun takut kalau orang Israel bertambah banyak dan kuat lalu memberontak melawan dia, maka ia mengeluarkan kebijakan pembunuhan anak laki-laki orang Ibrani dan kerja paksa. Dengan maksud supaya orang Israel sibuk dan tidak berpikir untuk pulang ke Kanaan.
Tokoh yang lainnya, yakni Cypri J Paju Dale. Ia mengatakan bahwa kekerasan di Papua sudah mencapai kepada tingkat darurat kekerasan[2]. Ia melihat bahwa kekerasan di Papua bukanlah semata-mata insiden, melainkan kondisi darurat lingkaran setan yang brutal, bersumber pada komplikasi kekerasan langsung, struktural dan kultural.  Itu terlihat dengan adanya kekerasan dalam rumah tangga, operasi militer, masyarakat adat yang dimarjinalkan, masyarakat asli yang dipaksa bersaing dengan pendatang, konflik politik, adanya ketidak percayaan antara Jakarta dan Papua, dll.

Apa yang Dibuat dan Bisa Dibuat Umat Tuhan di Papua?

Menurut Benny, untuk keluar dari permasalah dan tekanan hidup seperti itu ada orang Papua yang membangun gerakan-gerakan keagamaan baru. Dengan itu mereka berharap dapat membantu dirinya keluar dari permasalahan yang mereka hadapi.  Ada juga yang berdoa di kuburan-kuburan orang mati supaya arwah orang mati itu bisa bantu mereka. Ada yang hanya menunggu di ruang tunggu menantikan mujizat Tuhan, dll.

Sementara Gereja Kingmi di Tanah Papua, secara lembaga telah mengeluarkan surat gembala agar umat bisa menyikapi tusukan dari berbagai arah yang dialamatkan kepada mereka dengan; 1) gereja mengajak umat untuk  pintar membaca tanda-tanda zaman yang sedang terjadi di seputaran hidup mereka. 2) gereja menyeruhkan supaya umat saling menghargai harkat dan martabat manusia termasuk martabat istri dan anak-anak, sebab dalam setiap kita Tuhan sudah menaruh cahaya-cahaya yang harus terus dijaga. 3) gereja mengajak umat agar membuang kebiasaan menganggap anak tidak penting, sehinga membuat anak hidup dijalanan dan tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. 4) gereja meminta umat untuk membuang budaya proposal dan mengembangkan budaya kerja.

Apa yang Bisa Dilakukan oleh Dosen dan Mahasiswa STT Walter Post?

Yang bisa dibuat oleh dosen dan mahasiswa adalah belajar dan belajar, tuturnya. Para dosen harus banyak membaca dan membuat metode mengajar bahan ajar yang pas. Ini supaya para mahasiswa bisa mencerna semua pengetahuan yang disalurkan dengan baik agar bisa berguna saat mereka melayani nanti di lapangan, tuturnya.

Sambungnya, Mahasiswa juga diharapkan untuk banyak bergaul dengan buku. Dekat dengan perpustakaan yang ada serta mengikuti informasi lewat media radio, televisi dan internet, guna membekali diri dan mempertajam pengetahuan. Selain itu mahasiswa juga harus bisa menambah serta meningkatkan skil dalam bidang apa saja. Ini agar nantinya bisa menghadapi realita hidup keras seperti yang telah kita gambarkan diatas.
Mengakhiri wejangannya,  ia menyampaikan bahwa ketika kita melakukan semua itu, kita sedang berubah untuk menjadi kuat dan kita pasti akan tiba pada visi gereja kita yakni Papua Damai Sejahtera.

[1]  The Jakarta Post, 10 Maret 2013

51 Tahun KINGMI Papua, Pesan Benny Giay

Pdt.Dr.Benny Giay. KETUA SINODE KINGMI PAPUA
Jayapura, -- Hari ini, Sabtu, (6/4/13), Gereja Kemah Injil (KINGMI) Papua merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51. Perayaan ibadat syukuran digelar di Klasis masing-masing di tanah Papua. Perayaan di Jayapura dipusatkan di Gedung Olah Raga.
Bertepatan dengan perayaan HUT ke-51 ini, Ketua Sinode, Pendeta Benny Giay menyampaikan tiga pesan penting secara tertulis kepada jemaat yang dipimpinnya. Sambutan tertulis dibacakan pada perayaan syukuran di masing-masing Klasis.

Pesan pertama Doktor Benny lebih menekankan kembali nazar yang telah dibuat pegurus KINGMI Papua pada saat perayaan 50 tahun KINGMI Papua (Pesta Emas) pada 6 April 2012 lalu di Gedung Olah Raga (GOR) Jayapura, Papua.

"Merayakan HUT KINGMI tahun ini secara baru. Tidak asal merayakan HUT ini. Ini berarti kita rayakan HUT ini dengan sadar akan nazar yang telah kita buat tahun lalu pada tanggal 6 April 2012, bahkan kita akan menjaga gereja ini, baik baik itu baik waktunya maupun tidak,"demikian isi pesan pertama.

Pesan kedua dititikberatkan pada perdamaian di Papua dan ajakan kepada warga untuk kembali kepada budaya kerja serta disiplin. Juga, ia tekankan soal menanam benih-benih kehidupan dengan perhatikan pendidikan anak.

"Tindakan kita dalam perayaan tidak hanya di situ. Kita mengambil tanggung jawab untuk menabur kenih kedamaian, kemajuan perdamaian, kerja keras, disiplin (Mazmur 126:5-6) mulai di keluarga. Jadikan momentun perayaan ini sebagai saat untuk membaharui semangat dan janji untuk menjadi:jemaat, keluarga, klasis, koordinator, atau Sinode yang menanam benuh, membesarkan anak-anak kita dalam iman dan firman Tuhan tetapi juga mengarahkan dan mendisiplinkan anak-anak untuk pergi ke sekolah. Ingat, Gereja (keluarga, jemaat atau orang tua) yang mendorong anak-anaknya taa firman Tuhan dan memperhatikan pendidikan anak-anak, gereja itulah yang menabut benih ...,"bunyi pesan kedua.

Pesan ketiga, Benny mengajak berhenti menyebarkan, gosip, pikiran dan cerita yang merusak. Cerita yang seperti itu dapat merusak masyarakat dan terutama anak-anak.  

"Menjadi gereja yang menabur benih berarti kita semua berubah untuk menjadi kuat dengan BERHENTI jadikan keluarga sebagai tempat menceritakan kejelekan gereja lain, menyebar berita  yang merusak hubungan dengan sesama, atau gosip atau kebencian kepada suku, atau marga yang dulu baku perang. Kepada semua jemaat KINGMI, kami himbau untuk hentikan kebiasaan menyebar pikiran dan ceritera yang merusak, yang berpotensi merusak anak-anak kita yang mendengarkan pembicaraan kita,"tulis Benny di pesan ketiga.

Pada bagian akhir pesan itu, Benny menekankan kembali kepada jemaat untuk menabur dengan mencucurkan air mata dan berjalan maju dengan menangis. Pesan ini disampaikan sebagaimana tercantum dalam Mazmur, 126:5,6). (MS)